Sisi Inti Kemanusiaan: Palestina Merdeka

One Day One Juz Untuk Negeri (OUN)

One Day One Juz untuk Negeri adalah Yayasan Pengelola ZISWAF 

yang terlahir dari inisiatif Komunitas One Day One Juz

Home / Oase Dakwah / Sisi Inti Kemanusiaan: Palestina Merdeka
palestina-4

Palestina Merdeka bukan hanya tentang wilayah, tetapi juga tentang nilai kemanusiaan, perjuangan, dan persaudaraan. Itulah yang menjadi refleksi utama tim Komunitas One Day One Juz (ODOJ) saat melakukan perjalanan ke Yordania.

Negeri di jantung Timur Tengah ini menyimpan banyak tempat bersejarah yang relevan dengan misi kemanusiaan, dan memberi makna yang mendalam dalam memahami perjuangan rakyat Palestina.

Laut Mati: Simbol Muhasabah Kemanusiaan

yordania-1

Perjalanan kami dimulai dari Laut Mati. Lokasinya hanya sekitar 100 km dari Gaza Utara, sebuah jarak yang terasa begitu dekat namun menyimpan perbedaan nasib yang kontras.

Di balik pemandangan alam yang memukau, kami merenungi kenyataan bahwa di seberang laut ini, saudara-saudara kita di Palestina sedang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kelaparan, krisis air bersih, dan penjajahan.

Kampanye Selalu Ada Cinta untuk Palestina bukan sekadar slogan. Ia adalah pengingat bahwa kita tidak boleh diam terhadap penderitaan mereka.

Gua Ashabul Kahfi: Keselamatan di Tengah Penindasan

Selanjutnya, kami mengunjungi gua yang diyakini sebagai tempat berlindungnya pemuda Ashabul Kahfi. Tempat ini menjadi simbol keselamatan dalam kondisi terdesak, seperti halnya para pengungsi Palestina yang kini menetap di berbagai kamp di Yordania.

Mereka meninggalkan tanah air bukan karena takut, melainkan demi maslahat yang lebih besar untuk keberlangsungan hidup dan masa depan anak-anak mereka.

Tenda-tenda pengungsian adalah gua mereka. Dan kita, umat Islam, harus menjadi bagian dari keajaiban yang mereka tunggu, sebagaimana Allah memberi keajaiban kepada Ashabul Kahfi.

Benteng Ajloun: Warisan Perjuangan Salahuddin Al-Ayyubi

Benteng Ajloun, peninggalan tokoh besar Salahuddin Al-Ayyubi, menjadi pengingat akan sejarah panjang perjuangan membebaskan Palestina. Dari benteng inilah Baitul Maqdis dijaga dan dikabarkan ke dunia Islam melalui teknologi merpati pos pada zamannya.

Benteng ini berdiri di atas bukit setinggi 1.100 meter di barat laut Yordania, memberikan pandangan strategis ke Baitul Maqdis, Lembah Yordania, hingga Danau Tiberias.

Sejarah ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan kembali dalam bentuk solidaritas nyata bagi Palestina Merdeka.

Tiga Tempat, Satu Pesan: Persaudaraan

Dari Laut Mati, gua Ashabul Kahfi, hingga Benteng Ajloun, ada satu benang merah yang kami temukan: rasa persaudaraan.

  • Tanpa persaudaraan iman, kisah Ashabul Kahfi tidak akan ada.
  • Tanpa persaudaraan Islam, perjuangan Salahuddin takkan terwujud.
  • Tanpa persaudaraan kemanusiaan, penderitaan Palestina hanya jadi berita tanpa aksi.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Mari hidupkan kembali semangat persaudaraan itu dalam:

  • Dukungan kemanusiaan: Salurkan bantuan ke Palestina melalui lembaga terpercaya seperti Komunitas ODOJ.
  • Edukasi dan advokasi: Bagikan artikel ini dan tingkatkan kesadaran publik.
  • Doa dan kampanye digital: Gunakan platform media sosial untuk menyuarakan keadilan bagi Palestina.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Fazrin Fadilah

Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *