
Palestina dan Akidah Kita
Isu Palestina bukan sekadar isu kemanusiaan semata. Bagi umat Islam, Palestina adalah bagian tak terpisahkan dari akidah dan persaudaraan seiman. Maka, sangat wajar jika kita begitu peduli terhadap nasib saudara-saudara kita di sana.
1. Masjid Al-Aqsha dan Shalat Lima Waktu
Masjid Al-Aqsha memiliki hubungan langsung dengan perintah shalat lima waktu. Dari masjid inilah peristiwa Isra’ dan Mi’raj Rasulullah ﷺ bermula, yang kemudian berujung pada kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam. Shalat adalah tolok ukur keimanan; ia menjadi pembeda antara seorang muslim dan yang kafir. Maka, memperhatikan Al-Aqsha adalah bagian dari menjaga akidah.

2. Kiblat Pertama dan Ujian Keimanan
Sebelum kiblat berpindah ke Ka’bah, kaum muslimin menghadap ke Masjid Al-Aqsha selama kurang lebih 16 bulan setelah hijrah ke Madinah. Pemindahan kiblat ini adalah ujian keimanan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Kami jadikan kiblat yang dahulu (Baitul Maqdis) sebagai ujian untuk mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya pemindahan kiblat itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah…”
(QS. Al-Baqarah [2]: 143)
Masalah kiblat jelas merupakan perkara keimanan yang mendasar.
3. Palestina, Syam, dan Iman kepada Hari Akhir
Palestina terletak di wilayah Syam, tanah yang diberkahi. Dalam banyak riwayat, Syam disebut sebagai tanah suci, bahkan tempat terjadinya banyak peristiwa besar menjelang Hari Kiamat:
- Pembunuhan Dajjal oleh Nabi Isa ‘alaihissalam di gerbang Lud (Palestina).
- Tanda-tanda akhir zaman: Danau Tiberias, Kurma Baisan, dan Mata Air Zughar—semuanya berada di wilayah Palestina dan Yordania.
- Bahkan, menurut sebagian ulama, Padang Mahsyar kelak berada di Bumi Syam.
Maka, memperhatikan Palestina adalah bagian dari keimanan kepada hari akhir dan takdir Allah.

4. Perhatian Rasulullah ﷺ terhadap Syam dan Palestina
Rasulullah ﷺ menunjukkan perhatian besar terhadap wilayah Syam:
- Mengirim surat dakwah kepada Raja Romawi.
- Mengadakan perjanjian damai dengan rakyat Aylah di pesisir Yordania.
- Mengutus pasukan ke Mu’tah, Tabuk, dan Balqa’ (wilayah Palestina).
- Bahkan, beliau ﷺ membaca surat Al-Isra’—yang berisi tentang Masjid Al-Aqsha—setiap malam sebelum tidur.
Ini semua menandakan betapa pentingnya Masjid Al-Aqsha dan Palestina dalam misi dakwah Rasulullah ﷺ.

Penutup: Jangan Acuh terhadap Palestina
Masjid Al-Aqsha dan rakyat Palestina adalah bagian dari urusan umat Islam. Maka, tidak sepantasnya kita bersikap acuh. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa tidak peduli dengan urusan kaum Muslimin, maka ia bukan bagian dari mereka.”
(HR. Al-Hakim)
Mari kita jaga perhatian dan kepedulian kita terhadap Masjid Al-Aqsha dan rakyat Palestina. Karena peduli terhadap Palestina, sejatinya adalah wujud nyata dari keimanan dan loyalitas kita terhadap Islam.
Untuk Artikel dan majalah lengkap dari Oase Dakwah diatas silahkan Akses link majalah kami di edisi berikut
Majalah ODOJ Edisi 17 Mei 2025
وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ









