
Peristiwa Bai’at Aqabah adalah salah satu momen penting yang menunjukkan besarnya peran pemuda dalam mengubah perjalanan sejarah Islam. Semuanya bermula ketika Rasulullah ﷺ bertemu enam pemuda dari suku Khazraj pada musim Haji. Mereka mendengarkan seruan tauhid, memahami ayat-ayat Al-Qur’an, dan akhirnya yakin bahwa beliau adalah Nabi yang dijanjikan oleh kaum Yahudi di Yatsrib. Sejak saat itu, dakwah pun mulai menyebar ke Madinah melalui tangan para pemuda.
Mush’ab bin Umair sebagai Duta Dakwah

Setahun kemudian setelah Peristiwa Bai’at Aqabah , jumlah muslim Madinah bertambah menjadi dua belas orang dan mereka berbaiat kepada Rasulullah ﷺ. Untuk memperkuat dakwah, Nabi ﷺ mengutus Mush’ab bin Umair seorang pemuda berilmu dan lembut akhlaknya menjadi duta dakwah. Berkat pendekatan yang penuh hikmah, dakwah berkembang sangat cepat hingga hampir setiap keluarga di Madinah memiliki anggota yang memeluk Islam.
Puncak Kesetiaan pada Bai’at Aqabah Kedua
Tidak lama setelah itu, terjadi Bai’at Aqabah kedua. Lebih dari tujuh puluh pemuda Madinah datang pada malam hari dan berikrar setia kepada Rasulullah ﷺ. Mereka berjanji untuk taat, berinfak, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, serta berjihad di jalan Allah tanpa takut celaan manusia. Dari kelompok inilah lahir dua belas pemimpin muda yang ditunjuk langsung oleh Nabi ﷺ.

Pemuda sebagai Penggerak Kemenangan Islam
Sejak peristiwa tersebut, para pemuda menjadi motor utama kemenangan Islam. Mereka berada di barisan terdepan dalam Perang Badar, mendampingi Rasulullah ﷺ dalam Perjanjian Hudaibiyah, turut serta dalam penaklukan Khaibar, hingga menyaksikan pembebasan Kota Makkah. Semangat dan keberanian mereka membuktikan bahwa pemuda adalah pelopor perubahan dalam Islam.
Pelajaran Berharga untuk Pemuda Masa Kini

Kisah ini membawa pesan yang relevan bagi pemuda hari ini. Masa depan bangsa berada di tangan mereka. Jika generasi muda kuat akhlaknya, luas ilmunya, dan besar pengabdiannya, maka masa depan akan tegak. Namun bila mereka rapuh dan mudah goyah, maka rapuh pula masa depan negeri. Karena itu, teladan pemuda di sekitar Rasulullah ﷺ adalah oase inspirasi yang tak lekang oleh zaman.
Sebagaimana firman Allah dalam QS Ali Imran ayat 110: “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.”
Untuk artikel lengkap tentang Baiat Aqabah diatas bisa langung cek Majalah OUN ke 6 disini
Ikut Campaign ODOJ Mensyiarkan Al-Qur’an keseluruh penjuru dunia









