
Pada suatu momen penting, Sayyidina Umar bin Khattab r.a bertanya kepada Rasulullah ﷺ:
“Wahai Rasulullah, bukankah kita berada di atas kebenaran dan mereka di atas kebatilan?”
Pertanyaan ini muncul karena ketidakpuasan Umar r.a atas isi Perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan Rasulullah ﷺ dengan utusan Quraisy, Suhail bin Amr. Bahkan, Umar r.a sempat berdiskusi dengan Abu Bakar As-Shiddiq r.a untuk memahami keputusan Nabi.
Rasulullah ﷺ menenangkan,
“Sesungguhnya aku adalah Utusan Allah, dan aku tidak akan mendurhakai-Nya, dan Dialah penolongku.”
Tak lama kemudian, turunlah QS. Al-Fath ayat 1:
“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Fath:1)
Ayat ini menjadi bukti bahwa Allah memberikan kemenangan yang jelas bagi Rasul-Nya. Riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ lebih menyukai ayat ini daripada dunia dan seisinya. Bahkan, beliau melantunkannya terus-menerus saat penaklukan kota Makkah.
Cerita Indah Bersama Al-Qur’an dalam Kehidupan Para Sahabat

Umar r.a pun memiliki pengalaman spiritual yang mendalam bersama Al-Qur’an. Di rumah adiknya, Fatimah bintu Khattab, ia menemukan selembar kertas berisi ayat-ayat Al-Qur’an surat Thaha, yang menjadi titik penerimaan hidayahnya.
Selain itu, banyak kisah para sahabat dan Tabi’in yang menunjukkan keajaiban Al-Qur’an:
- Usaid bin Hudhair r.a: membaca Al-Qur’an membawa ketenangan dan kesembuhan.
- Abu Sa’id Al-Khudri r.a: ruqyah menggunakan Al-Qur’an dapat menyembuhkan seketika.
- Ibnu Qayyim rahimahullah: menulis banyak kisah tentang keberkahan Al-Qur’an.
Inspirasi Zaman Modern: Wafat Bersama Al-Qur’an

Cerita indah bersama Al-Qur’an tetap berlangsung hingga era modern. Beberapa contoh:
- Ustazah Taslimah, wafat saat memimpin khataman Al-Qur’an di masjid.
- Ulama seperti Aisyah Bahar, Ustaz Jajang, Ustaz Ja’far, dan Mehmet Ali Seflek Hoca wafat dalam keadaan membaca Al-Qur’an.
- Zurarah bin Abi Aufa, wafat saat mengimami shalat Subuh, bertepatan dengan ayat Al-Mudatsir ayat 8.
Hal ini menunjukkan bahwa seseorang akan diwafatkan sesuai dengan aktivitas yang paling dicintainya, termasuk kebiasaan membaca Al-Qur’an.
Manfaat Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Rutin membaca Al-Qur’an bukan sekadar ibadah, tetapi juga menumbuhkan hati yang subur dan iman yang bertambah. Nabi ﷺ mencontohkan bahwa kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir menjadi tanaman surga. Maka, Al-Qur’an inti kalimat Rabb lebih utama dalam menumbuhkan keberkahan hati.
Dengan membaca Al-Qur’an secara istiqomah, kita:
- Menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.
- Menyirami hati dengan hidayah.
- Menciptakan cerita indah yang bisa menginspirasi generasi berikutnya.
Ciptakan Cerita Indah Bersama Al-Qur’an

Di tengah kesibukan dunia, sempatkanlah membaca Al-Qur’an, sekecil apapun. Penuhi hari-hari kita dengan cerita indah bersama Al-Qur’an, agar hati selalu subur, iman bertambah, dan ruh berpisah dari badan dalam keadaan penuh berkah.
Mari jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menerangi aktivitas sehari-hari dan inspirasi dakwah kita.
Untuk Artikel lebih lengkapnya silahkan baca majalah OUN Edisi 5
Jadikan hidup yang lebih bermakna dengan mensisihkan sedikit kepada mereka yang lebih membutuhkan Al-Qur’an di Pelosok
وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ، وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ









