Perempuan Palestina: Luka, Hijab, dan Ketegaran

One Day One Juz Untuk Negeri (OUN)

One Day One Juz untuk Negeri adalah Yayasan Pengelola ZISWAF 

yang terlahir dari inisiatif Komunitas One Day One Juz

Home / Oase Dakwah / Perempuan Palestina: Luka, Hijab, dan Ketegaran
bantuan-odoj-palestina-6

Perempuan Palestina menyimpan luka dan kekuatan di balik hijab mereka. Di tengah konflik yang terus berkecamuk, mereka tetap tegar menghadapi kehilangan, trauma, dan penderitaan. Temukan kisah ketegaran mereka dan kepedulian Komunitas ODOJ dalam mendampingi para perempuan tangguh ini.

“Tidak apa-apa tidak ada kasur empuk, cukup sedikit harapan agar anak-anak kami bisa hidup esok hari…”
— Seorang Ibu Palestina

Laporan UN Women menyebut bahwa lebih dari 36.000 orang tewas di Gaza, termasuk sekurang‑kurangnya 10.000 perempuan, dan sekitar 82.000 orang terluka. Dimensi ini menegaskan bahwa konflik ini juga merupakan perang terhadap perempuan, yang memengaruhi sektor kesehatan, pangan, air dan keamanan.

Di tengah kehancuran akibat penjajahan zio*is yang tak kunjung usai, perempuan Palestina tetap berdiri. Mereka adalah ibu yang menggenggam anak-anaknya dalam ketakutan, istri yang kehilangan suami tercinta, kakak yang terpaksa menjadi orang tua bagi adik-adiknya. Mereka bukan sekadar pengungsi mereka adalah pejuang.

ODOJ dan Kepedulian untuk Perempuan Palestina

Komunitas One Day One Juz (ODOJ) hadir membawa pesan cinta dan kepedulian. Bukan hanya sekadar bantuan materi, tapi juga hadir untuk mendengar, merasakan, dan menyapa langsung mereka yang diuji di tanah suci para nabi.

Mayoritas anggota ODOJ adalah perempuan. Dan dalam Islam, perempuan dimuliakan:

  • Sebagai istri, ia adalah perhiasan paling indah.
  • Sebagai ibu, ia adalah madrasah pertama bagi generasi.
  • Sebagai kakak, ia bisa menjadi ibu kedua bagi adik-adiknya.

Namun kini, kemuliaan itu diinjak oleh para penjajah. Perempuan Palestina yang seharusnya berada di tempat mulia justru terpaksa mengungsi, kehilangan rumah, kehilangan orang-orang terkasih.

Mengubah Empati Menjadi Aksi

Tim ODOJ yang datang langsung ke wilayah pengungsian Palestina tidak sekadar membawa logistik. Kami membawa kasih sayang, membawa pelukan hangat dari Indonesia. Tapi perjuangan belum selesai. Kita semua, sebagai bagian dari komunitas ODOJ, diajak untuk lebih dari sekadar peduli.

Kita diajak:

  • Untuk terus menyuarakan keadilan.
  • Untuk tidak berhenti mendoakan dan berdonasi.
  • Untuk berpikir lebih jauh tentang solusi jangka panjang bagi Palestina dan para perempuannya.

Palestina Ada di Hati Kita

Perempuan Palestina adalah gambaran nyata bagaimana iman, cinta, dan keberanian berpadu di tengah kegelapan dunia. Mereka adalah pelita yang terus menyala. Maka, mari kita terus bersatu dalam dukungan.

Karena bagi yang mencintai Al-Qur’an, membela kemanusiaan adalah bagian dari iman.

وَاللهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

admin

Penulis

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *